,

PWNU Sediakan 113 Stand Bazar di Masjid Al – Akbar

Surabaya, areknews – Menjelang ramadhan tahun ini (2017-red), tidak hanya Pemkot Surabaya yang sibuk mempersiapkan bazar, Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) bersama PWNU Jawa Timur sedang mematangkan konsep Bazar Ramadhan. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 113 stan yang akan disediakan.

Ketua Bazar Ramadhan Arifin A Hamid menjelaskan, bazar kali dipastikan lebih meriah. Selain jumlah stan yang lebih banyak, kolaborasi MAS dan PWNU Jatim ini juga menyuguhkan wahana bermain bagi anak-anak. Lokasinya pun terpisah antara bazar kuliner dan non kuliner.

Jika tahun sebelumnya, bazar hanya terpusat di sekitar area luar masjid, namun kali ini bazar MAS juga merambah samping utara Kantor PWNU Jatim. Khusus di area luar Masjid Al-Akbar ditempati aneka produk non kuliner, seperti busana muslim dan lainnya, sedangkan aneka macam kuliner dan wahana bermain anak-anak ditempatkan di parkir utara PWNU.

“Tahun ini bazar kolaborasi antara Al-Akbar (Masjid) dan PWNU, karena secara geografis tempatnya berhadap-hadapan dan ini juga untuk memudahkan pengaturan,” ujarnya, Selasa (23/5/2017).

Ketua Lembaga Perekonomian PWNU Jawa Timur ini mengaku segala persiapan sudah matang. Termasuk perihal perizinan sudah selesai diurus. Bazar ramadhan yang berlangsung sejak 26 Mei-21 Juli mulai pukul 15.00-22.00 WIB sudah mengantongi izin keramaian dari Polrestabes Surabaya tertanggal 20 Mei 2017.

“Kita sudah urus izinnya, izin keramaian dari Polrestabes Surabaya sudah keluar,” ujarnya. Disinggung perihal izin lalu lintas (lalin) dari Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Arifin menjelaskan bahwa bazar di sekitar MAS tidak perlu izin Dishub. Sebab, jalan di sekeliling Masjid Al-Akbar bukan jalan umum, melainkan akses untuk mempermudah jamaah menuju Masjid.

“Jadi lahan di sekitar MAS seluas 11,2 hektar memang diperuntukkan untuk masjid, karena itu ini sekaligus menegaskan bahwa bazar ramadhan di Al-Akbar secara izin sudah lengkap, jadi bazar ini legal,” terangnya.

Mengenai parkir, para konsumen bisa memanfaatkan parkir yang ada di area Masjid. Di halaman masjid Al-Akbar bisa menampung 500 mobil dan 3.500 motor. Khusus untuk motor, panitia juga memperbolehkan pengunjung untuk parkir di depan stan. Sehingga, banyak pilihan tempat parkir dan dipastikan aman.

Direktur Utama Masjid Al-Akbar Surabaya Endro Siswantoro menambahkan, selain bekerjasama dengan PWNU, panitia juga membangun sinergi dengan masyarakat sekitar, seperti Pagesangan, Gayungsari dan Jambangan. Hal itu bertujuan agar bisa membangun pemberdayaan ekonomi dengan warga sekitar.

Endro mengungkapkan, bazar ramadhan di MAS sudah dilakukan sejak 12 tahun lalu, tepatnya tahun 2004. Hal itu bagian dari program penting untuk memakmurkan masjid dan jamaahnya. “Sejak 12 tahun lalu, kegiatan bazar ramadhan ini selalu mendapat perizinan resmi dari kepolisian,” tegasnya.

Menurutnya, memakmurkan masjid kewajiban bagi setiap umat islam. Sedangkan memakmurkan jamaah masjid kewajiban moral bagi pengelola masjid agar umat bisa beribadah dengan khusus dan tenang dengan ditopang dengan kecukupan ekonomi.xco