Triwulan I 2019, Ekonomi Jatim Tumbuh 5,51 Persen

Kepala BPS Jawa Timur, Teguh Pramono saat memberikan keterangan pers tentang pertumbuhan ekonomi Jatim triwulan I 2019. Ist

Surabaya, areknews – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyebut ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I–2019 tumbuh 5,51 persen (yoy), atau meningkat dibanding capaian Triwulan I–2018 yang mencapai 5,42 persen. Pertumbuhan ini juga dialami dari sisi produksi, dimana beberapa lapangan usaha juga mengalami pertumbuhan positif.

Kepala BPS Jawa Timur, Teguh Pramono mengungkapkan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 7,86 persen, diikuti lndustri Pengolahan sebesar 7,28 persen, dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 6,87 persen.

“Tingginya pertumbuhan ekonomi Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial ini, karena jumlah pengunjung di klinik kesehatan meningkat akibat factor cuaca ekstrim, suhu dingin, musim hujan dan banjir yang melanda banyak daerah di Jawa Timur,” kata Teguh di kantor BPS Jatim, di Jalan Kendangsari Industri Surabaya.

Untuk pertumbuhan ekonomi lapangan usaha industri pengolahan, didorong oleh meningkatnya insudtri makanan dan minuman sebagai akibat berkembangnya belanja makanan online. Sedang pertumbuhan industry tekstil, lebih dipicu karena perusahaan-perusahaan menaikkan produksi untuk stok menghadapi momen puasa dan lebaran.

“Sementara industry kertas dan percetakan yang juga mengalami peningkatan ini, dipicu oleh adanya keperluan Pemilu 2019, seperti untuk kertas suara dan alat peraga pemilu,” tambahnya.

Adapun struktur ekonomi Jatim menurut lapangan usaha Triwulan I–2019, masih menurut Teguh, didominasi oleh tiga lapangan usaha yaitu industry pengolahan dengan kontribusi sebesar 30,42%, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,25%, serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 11,78%.

“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhannya, lapangan usaha industry pengolahan merupakan sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,18%, diikuti perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,22%, konstruksi sebesar 0,53% serta informasi dan komunikasi sebesar 0,37%,” pungkas Teguh.xco

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here