,

DPRD Surabaya Akan Perjuangkan Insentif Takmir Masjid

Surabaya, areknews – Insentif takmir masjid dan mushola dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah sangat diharapkan. Ini laiknya insentif untuk Ketua RT, RW dan LPMK se kota Surabaya yang telah mendapatkan insentif dari Pemerintah.

Harapan ini muncul saat Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni menggelar reses di Kelurahan Rungkut Kidul Surabaya. Nur Qosim salah satu pemuka agama mengatakan, tokoh agama yang ada di masing-masing wilayah memiliki andil yang besar dalam menjaga iman dan moral warga dari praktek yang dilarang oleh agama.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemkot Surabaya ikut memperhatikan kesejahteraan para pemuka agama yang ada di kampung-kampung.
“Saya berharap Mas Toni bisa memperjuangkan ini di DPRD Surabaya,” ujar Nur Qosim.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan setiap aspirasi yang muncul dalam reses. Dia menegaskan bahwa tugas anggota DPRD selaku pelayan rakyat adalah bagaimana mengakselerasikan kehedak masyarakat sehingga masuk dalam rencana kebijakan pemerintah.

“Saya pikir apa yang diharapkan masyarakat tersebut sangat logis, menngingat peran sentral tokoh agama dalam menjaga moral masyarakat begitu sentral, wajar kemudian pemerintah ikut memikirkan kesejahteraannya,” kata mantan jurnalis ini.
Menurut Toni sapaan lekatnya, takmir masjid dan musholla beserta marbut merupakan orang yang paling berjasa dalam memakmurkan tempat ibadah.

Namun, Toni menilai saat ini masih terjadi disparitas yang cukup tinggi antara masjid dan musholla di kampung dengan masjid dan musholla yang ada di pemukiman warga kelas menengah keatas. “Nah disinilah dibutuhkan kehadiran Pemerintah, sehingga kesenjangan tersebut bisa diminimalisir, ” paparnya.

Saat ini lanjut Toni, dampak dari pandemi Covid masih terasa di Surabaya, sehingga target pendapatan asli daerah (PAD) belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini berpengaruh pada tertundanya beberapa program yang sudah direncanakan karena anggaran yang terbatas.

Oleh karena itu, pihaknya berharap semua tokoh agama mendoakan agar situasi ekonomi segera membaik. Sehingga Pemkot Surabaya di masa kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi bisa membawa Surabaya menuju kota yang baldatun toyyibatun warabbun ghofur.

“Mas Eri Cahyadi ini menurut pengamatan saya, pemimpin yang sangat konsen memikirkan masyarakatnya, makanya saya memiliki keyakinan, jika situasi keuangan pemkot Surabaya sudah membaik, maka insentif untuk takmir dan marbot masjid dan musholla bukan keniscayaan untuk direalisasikan,” kata anggota komisi A DPRD Surabaya ini.

Di hadapan warga yang hadir Toni juga menjelaskan, renovasi balai RW yang ada di Kota Surabaya dulu susah dilakukan karena alasan juridis soal alas hak kepemilikan dan lain sebagainya. Namun karena wali kota Surabaya melihat bahwa peruntukan balai RW juga dipakai untuk pelayanan pemerintahan dan fungsi pendidikan seperti PAUD maka dicarikan formula hukumnya sehingga renovasi tetap bisa dilakukan.

Saya dengar Insya Allah renovasi balai RW di Surabaya tahun ini akan dikerjakan secara bertahap, makanya saya ajak Panjenengan semua berdoa, agar usulan insentif takmir dan marbot mushola dapat kemudahan dari Allah SWT sehingga dapat direalisasikan dimasa wali kota Mas Eri Cahyadi,” pungkasnya.xco