,

AKI Group Rencanakan Bangun Resort Model Jepang di Trawas Mojokerto

Surabaya, areknews – Mulai membaiknya bisnis properti sepertinya tidak disia-siakan para pengembang, dengan memulai berbagai proyek barunya. Begitu pula dengan Anugerah Kasih Investama (AKI) Group, sebagai group holding yang terfokus pada bisnis akuisi dan merger, dengan menggarap dua proyek properti terbarunya.

AKI yang didirikan pada tahun 2015 ini, meski baru berumur satu tahun, namun sudah memiliki 4 anak usaha di bawahnya, yaitu PT Sultan Anugerah Propertindo (The Leaf Boutigue Resort), PT Sukses Indonesia Anugerah Properti (Bhuvana Village Regency), PT Anugerah Kasih Satu (Proyek di Bali) dan PT Anugerah Selaras (proyek di Surabaya).

PT Sultan Anugerah Propertindo (The Leaf Boutigue Resort), tengah mengembangkan properti resort di Ciawi, Bogor, bernama The Leaf Boutique Resort dengan nilai investasi Rp 200 miliar. Proyek tersebut dikembangkan di atas lahan 1,3 hektar, terdiri atas 36 hunian bernuansa resort yang dipasarkan dengan harga hingga Rp 3 miliar per unit.

Sedang PT Sukses Indonesia Anugerah Properti (Bhuvana Village Regency), merupakan proyek hunian dengan harga mulai Rp 128 juta, yang dikembangkan di wilayah Tigaraksa, Tangerang. Sebanyak 1.500 unit perumahan ini dibangun di lahan seluas 25 ha yang terbagi dalam lima cluster, dengan tipenya antara lain 22/60, 35/72, 40/84, dan 46/96.

Sementara PT Anugerah Kasih Satu, merupakan salah satu proyek property yang berada di Bali, yang dalam waktu dekat akan diluncurkan. Produk properti ‘Tavisamira Resort’ merupakan villa di Pantai Pasut, daerah Tanah Lot, Bali. Dengan luas lahan sebesar 1,4 hektar, proyek ini akan membangun 40 unit villa dengan harga jual mulai dari Rp 3 miliar.

CEO Anugerah Kasih Investama Group, Victor Wirawan mengungkapkan, khusus untuk proyek di Jawa Timur, melalui PT Anugerah Selaras, pihaknya akan membangun sebanyak 105 unit vila dengan nama ‘Imperial Izumi Resort’ di lahan seluas 4 hektar di daerah Trawas Mojokerto.

“Sesuai dengan semangat Imperial Izumi Resort, yaitu “ingin panjang umur, hiduplah di lingkungan berudara bersih”, maka kami memilih lokasi di Trawas, karena Trawas terkenal dengan udara yang sejuk dan pemandangannya yang indah,” ujarnya di Surabaya, Rabu (29/3).

Victor juga menambahkan, bila di Jawa Barat dan sekitar, masyarakat banyak mengenal kawasan Puncak sebagai tempat wisata dan relaksasi berudara bersih, maka di Jawa Timur, posisi itu sangat tepat disandang Trawas, sebagai kawasan wisata berbukit dan berhawa sejuk.

Sementara pemilihan nama Imperial Izumi Resort yang bernama Jepang, menurut Victor karena memang konsep resort yang dibangunnya nantinya mengadaptasi konsep bangunan Jepang.

“Kami memilih konsep Jepang, karena kami sesuaikan dengan kenyataan bahwa orang jepang terkenal panjang umur, bukan hanya karena pola makan yang baik, tetapi karena lingkungannya yang sangat bersih dan sehat. Kondisi inilah yang kami tawarkan di proyek  Imperial Izumi Resort ini,” tambah Victor.

Proyek yang akan melakukan soft launching akhir April 2017 dan grand launching pada semester ke 2 tahun ini, dibangun dengan investasi mencapai Rp 150 milyar, yang pendanaannya sepenuhnya akan di support oleh kas perusahaan, investor yang tergabung, serta tambahan dari event pre-sales.

“Kami optimistis dengan harga jual dikisaran Rp 1 milyar per resort, dapat terjual habis selama satu tahun sejak grand launching yang kami lakukan nanti,” pungkas.xco