,

Kendalikan Inflasi Lewat Media, BI Latih 580 Wartawan Daerah

Jakarta, areknews – Sebanyak 580 wartawan dari berbagai daerah mengikuti pelatihan dengan tema “Pengendalian Inflasi Daerah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat” di Jakarta 19 – 22 November 2017.

“Komunikasi memegang peranan yang penting, untuk itu komunikasi yang lancar dan efisien tidak lepas dari peran serta media,” ujar Ketua Pelaksana Pelatihan Wartawan Daerah 2017, Agusman, saat membuka acara, Senin (20/11). Adapun media yang hadir terdiri dari 56 media televisi, 120 media radio, 181 media cetak, dan 283 media online.

Pelatihan akan membahas 5 topik seputar ekonomi di Indonesia. Antara lain pengendalian inflasi daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, perkembangan dan kebijakan gerakan nasional nontunai, program BI Jangkau, serta kebijakan makroprudensial dan pengembangan UMKM. “Komunikasi yang lancar, efektif dan efisien akan mendukung transmisi kebijakan dari Bank Indonesia agar dapat diterima oleh industri dan dipahami dengan baik para pelaku usaha serta masyarakat secara luas dengan tepat sasaran,” tambahnya.

Para Nara sumber dalam Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017.
Para nara sumber dalam Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017.

Sementara itu, DMST Bank Indonesia Dyah Nastiti mengatakan, sebagai salah satu pilar demokrasi media juga memiliki peran untuk mengawal kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas. Atas peran media massa yang sangat besar, kata Dyah, Bank Indonesia memandang penting untuk meningkatkan pemahaman wartawan media massa secara rutin terutama terhadap fungsi Bank Sentral dalam kebijakan moneter, sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan.

“Komunikasi yang lancar membutuhkan peran dari media massa sebagai institusi yang memiliki tugas untuk menyebarkan berita, informasi yang obyektif dan bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.xco