,

Jaga Harmonisasi, Warga Kampung Ketandan Kerja Bhakti di Kompleks Makam Mbah Buyut Tondo

Surabaya, areknews – Bertepatan dengan peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni, legislator Fraksi PDIP DPRD Surabaya Anas Karno, bersama warga Kampung Ketandan dan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, melakukan kerja bhakti di kompleks makam Mbah Buyut Tondo, Rabu (1/6).

Mereka membersihkan kompleks makam dan mempercantik area makam, dengan memasang ubin granite di lantai makam. Namun tidak mengubah struktur asli bangunan makam.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, khususnya ke pak Kadis Agus Hebi Djuniantoro karena turut peduli terhadap keberadaan kompleks Makam Mbah Buyut Tondo di Kampung Ketandan,” ujar Anas.

Menurut Anas, sejak beberapa hari lalu, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup membersihkan sisa material renovasi kompleks makam.

Lebih lanjut Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya tersebut mengatakan, punden Makam Mbah Buyut Tondo merupakan benteng bagi warga Kampung Ketandan. Punden ini menjadi simbol harmonisasi kehidupan warga Kampung Ketandan.

“Keselarasan tolerasi yang membentuk harmonisasi kehidupan warga, baik itu adat budaya dan agama,” imbuh Anas.

Jaman dulu punden merupakan perekat dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika ada masyarakat yang akan menggelar hajatan, kerap menaruh sesuatu di punden. Ini menjadi tanda bagi warga lainnya, yang kemudian bergotong royong membantu terselenggaranya hajatan tersebut.

Anas berharap keberadaan punden Kompleks Makam Mbah Buyut Tondo disentuh oleh Pansus Raperda Cagar Budaya yang tengah di bahas Komisi D DPRD Surabaya.

“Apalagi kompleks ini berada di Kampung Ketandan, kampung tua di pusat kota yang saat ini menjadi perhatian pemkot Surabaya yang terintegrasi kawasan wisata Tunjungan Romanza. Dengan menjadikannya sebagai kawasan cagar budaya, akan mendukung kawasan wisata di Tunjungan Romanza,” pungkasnya.xco