,

Rehab Jembatan Brawijaya Dimulai, Pemkot Kediri Janjikan Ikon Baru Bernuansa “Kejayaan”

Kediri, areknews – Setahun pasca terbakar, pilar Jembatan Brawijaya akhirnya disentuh rehabilitasi. Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memulai proyek ini dengan seremoni pemotongan tumpeng di Taman Brantas, Selasa (23/9). Proses rehabilitasi ditargetkan rampung pada 16 Desember mendatang atau sekitar tiga bulan ke depan.

Plt Kepala DPUPR Kota Kediri, Yono Heryadi, mengungkapkan pada awalnya Pemkot hanya menyiapkan anggaran untuk memperbaiki satu pilar yang terbakar plus perbaikan minor di tiga pilar lain. Namun, gagasan Walikota Kediri mengubah arah kebijakan: seluruh pilar akan diperbaiki sekaligus diberi sentuhan desain baru agar Jembatan Brawijaya tampil lebih ikonik.

“Dalam rehabilitasi ini kita membuat konsep agar jembatan menjadi ikon kebanggaan Kota Kediri melalui arsitektur modern yang tetap mencerminkan kearifan lokal,” terang Yono.

Konsep yang diusung adalah “kejayaan”, dengan dominasi warna keemasan dipadu aksara kuadrat—aksara Jawa kuno dari era Kerajaan Kadiri. Proyek senilai Rp 3,3 miliar ini digarap bersama CV Abricons Malang.

Meski begitu, publik masih menaruh tanda tanya: di saat proyek besar ini dijalankan, Jembatan Semampir juga tengah direhabilitasi. Apakah lalu lintas Kota Kediri akan tetap berjalan mulus? Yono berjanji pengerjaan hanya dilakukan di luar jam sibuk dan tak menutup seluruh jembatan, hanya satu lajur. “Tiga lajur lainnya masih bisa digunakan,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan kontraktor wajib mematuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). “Kami juga selalu memantau upaya mitigasi risiko K3. Harapannya pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dan tepat biaya,” pungkasnya.

Kini, warga hanya bisa menunggu apakah janji manis ikon “kejayaan” itu benar-benar terwujud, atau justru kembali menambah deretan proyek molor di Kota Kediri.wan