Pemko Palangka Raya Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Program Kampung Iklim

Palangka Raya, areknews – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Program Kampung Iklim (Proklim).

Plt Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno mengatakan, Proklim merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui berbagai aksi nyata di tingkat kelurahan.

“Proklim bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi bagaimana membangun masyarakat yang tangguh terhadap perubahan iklim, mampu mengelola lingkungan secara berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan Program Pemberdayaan Proklim, di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya.

Untung menjelaskan, melalui Proklim masyarakat didorong untuk melaksanakan berbagai kegiatan seperti pengelolaan sampah berbasis 3R, penghijauan, konservasi air, ketahanan pangan keluarga, efisiensi energi, pengurangan risiko bencana, hingga pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan hidup.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PLN Indonesia Power UBP Barito yang telah mendukung pengembangan Program Kampung Iklim melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR/TJSL), serta Yayasan Borneo Urban Lab yang menjadi mitra strategis dalam mendampingi masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Kami berharap sinergi ini terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut Untung mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen bersama yang telah dimulai pada 11 Februari 2026 melalui penanaman pohon di Kelurahan Bukit Tunggal sebagai simbol dimulainya pengembangan Proklim di wilayah tersebut. Kali ini, komitmen tersebut diperkuat melalui edukasi dan pelatihan guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam tata kelola Proklim, pengembangan inovasi lingkungan, hingga penyusunan rencana keberlanjutan program.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan Program Kampung Iklim kepada lima lokasi Proklim di Kota Palangka Raya. Penghargaan diberikan kepada RW VI Kelurahan Bukit Tunggal dan RW XIV Kelurahan Bukit Tunggal, serta RW VI Kelurahan Menteng, RW VIII Kelurahan Menteng, dan RW IV Kelurahan Langkai yang berhasil meraih Kategori Proklim Madya.

Untung berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh kelurahan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Proklim. Ia juga menargetkan Kelurahan Bukit Tunggal dapat berkembang menjadi salah satu lokasi Proklim percontohan di Kota Palangka Raya yang mampu menghadirkan berbagai inovasi lingkungan dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.ros