Wakil Ketua Dewan Ungkap RAPBD Surabaya 2027 Diproyeksikan Rp12,8 Triliun

Surabaya, areknews – Kempalan.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun Anggaran 2027 diproyeksikan mencapai sekitar Rp12,8 triliun. DPRD Surabaya menyebut pembahasan RAPBD 2027 akan dilakukan secara bertahap mulai Oktober hingga November 2026.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiar Rifai, mengatakan penyampaian Nota Keuangan RAPBD 2027 oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjadi salah satu tahapan awal sebelum pembahasan anggaran dilakukan bersama DPRD.

“Ini sudah kita rapatkan sebelumnya. Hari ini Pak Wali Kota menyampaikan Nota Keuangan untuk APBD tahun 2027 yang diproyeksikan Rp12,8 triliun,” kata Bahtiar usai mengikuti rapat paripurna DPRD Surabaya, Senin (28/9/2026).

Menurut Bahtiar, setelah penyampaian Nota Keuangan, tahapan berikutnya adalah pembacaan jawaban atas pemandangan umum fraksi. Tahapan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (29/9), sementara jawaban Wali Kota atas pandangan umum fraksi dijadwalkan pada Rabu (30/9).

Setelah seluruh tahapan awal tersebut, pembahasan RAPBD 2027 akan memasuki proses yang lebih panjang. Bahtiar menyebut pembahasan anggaran dijadwalkan berlangsung mulai 9 Oktober hingga 9 November 2026.

“Pembahasannya akan lama. Nanti mulai tanggal 9 Oktober sampai dengan tanggal 9 November pembahasan APBD. Ini masih panjang,” ujarnya.

Bahtiar menegaskan DPRD Surabaya akan melihat program-program yang masuk dalam RAPBD 2027, khususnya program yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, program prioritas Pemerintah Kota Surabaya pada prinsipnya diarahkan agar selaras dengan visi dan misi Wali Kota Surabaya.

Ia mencontohkan program bedah rumah atau rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) yang telah berjalan di Surabaya. Saat ini, kata Bahtiar, terdapat sekitar 3.000 lebih program rutilahu yang ditangani di tingkat kota.

Selain itu, terdapat dukungan dari Kementerian Perumahan yang dapat dikoneksikan dengan program pemerintah daerah. Dengan sinergi tersebut, Bahtiar menyebut jumlah rumah yang berpotensi mendapatkan intervensi perbaikan dapat mencapai hampir 5.000 unit.

“Seperti program bedah rumah yang saat ini di Surabaya ada hampir 3.000 sekian. Ada juga supporting dari Kementerian Perumahan hampir 2.000 yang bisa dikoneksikan, sehingga nantinya ada hampir 5.000 rutilahu yang bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Selain sektor perumahan, Bahtiar menyebut sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi bagian dari program yang dapat memperoleh dukungan melalui APBD maupun sinergi dengan pemerintah pusat.

Ia memastikan DPRD Surabaya akan memberikan dukungan terhadap program yang dinilai berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Apapun itu, program yang pro rakyat tentunya DPRD akan mendukung,” tegas Bahtiar.xco