Surabaya, areknews – Ditengah ruang fiskal yang semakin sempit karena defisit yang tidak sedikit, Dprd kota kembali menyambung lidah warga kota Surabaya untuk bisa mendapatkan haknya dalam APBD kota Surabaya nanti di tahun anggaran 2027. Masalah kesejahteraan sosial tetap butuh perhatian serius, Sulitnya lapangan kerja, pengangguran mendominasi di beberapa titik reses, banyak emak emak yang mengeluhkan anaknya belum bekerja sementara ekonomi semakin sulit dan harga bahan pangan juga semakin tinggi. Warga Bulak, Rungkut juga berkesah yang sama. Inovasi pemkot dituntut untuk bisa memberikan solusi terbaiknya.
Tidak hanya itu banyaknya warga yang BPJS nya tidak aktif juga menyusul rating keluhan warga, padahal mereka butuh untuk berobat, serta penanganan segera. Data dari pemerintah pusat ada 50.000 warga Surabaya yang bpjs nya non aktif ini harus diantisipasi jangan sampai menyebabkan permasalahan yang sampai merenggut nyawa atau kesehatan yang serius karena keterlambatan penanganan.
Reses bersama KSH menitipkan pesan sarana prasarana pelengkap yang langsung terkait dengan kesehatan warga Sby spt tensi harus menjadi perhatian dinkes karena KSH sebagai ujung tombak yang langsung door to door gak pake lama.
Dalam pembangunan infrastruktur kota juga warga berharap pemkot tidak fokus membangun namun betul betul juga memperhatikan normalisasi saluran teritama sedimentasi yang menyebabkan banjir di banyak tempat, permintaan bak sampah gerobak sampah juga mengemuka karena memang dakel fokus pada pembangunan sehingga infrastruktur sampah tidak menjadi fokus utama. Pengajuan balai RT Balai RW juga tetap mewarnai reses krn balai ini menjadi simbol bergeraknya pelayanan publik di tingkat terendah swhingga tetap harus diperhatikan, Sementara Rutilahu juga masih menjadi favorit warga karena banyak yang sudah tidak mampu lagi membenahi rumah yang tidak layak. Disisi lain beberapa titik pekerjaan drainase mangkrak karena pengiriman yang terhambat akibat kontrak payung juga dikeluhkan warga
Sementara keluhan tentang PDAM sebagai salah satu dr BUMD pemkot ternyata msg sering trouble dg alat ukur meter air yg merugikan warga, hal kecil namun harusnya menjadi perhatian yg serius krn PDAM satu satunya BUMD yang melayani kebutuhan air warga tidak seharusnya bekerja mengabaikan banyaknya keluhan warga di Wonorejo Rungkut ini.
Sehingga dari Realita kondisi warga Surabaya diatas perlu betul betul disolusikan anggaran Prioritas untuk warga kota Surabaya agar hak dasar berupa rumah yang layak( darurat tidak bocor/ bisa dihuni) perlu ditambah signifikan, termasuk untuk balai RW balai RT yang msh sgt jauh dr layak sbg ujung tombak pelayanan publik, serta sarpras KSH untuk bs terjun menjaga kesehatan warga, tidak hanya itu JPS/ jaring pengaman sosial untuk pengendalian harga kebutuhan pokok serta inovasi pengentasan pengangguran tetap dikaji serius untuk dianggarkan pola dan metodenya di lapangan, karena anggaran 47 M untuk Gen Z juga masih belum signifikan Goalnya.xco











