Rakernas APJI 2017, Optimalkan Usaha Jasa Boga Lewat Promosi dan Sosialisasi

Jumpa Pers APJI : S. Rahmawati Ketua Panitia II Rakernas APJI 2017 dan Sujatno Ketua DPD APJI Jawa Timur menggelar jumpa pers dalam rakernas dengan tema optimalisasi potensi usaha jasa boga melalui digital marketing ini akan dihadiri sebanyak 296 pengusaha jasa boga dari seluruh Indonesia. Eko Widodo

Surabaya, areknews – Usaha bidang kuliner di Jawa Timur saat ini kian berkembang. Termasuk jasa katering, usaha makanan yang kini kian dilirik oleh para UKM. Namun sayangnya, kebanyakan para pelaku usaha di bidang jasa boga masih banyak yang belum aware tentang standar pelayanan untuk konsumen.

Oleh sebab itu, Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) akan menggelar kegiatan rakernas yang akan menyosialisasikan tentang standar operasional prosedur dalam membuka jasa boga. Hal itu akan disampaikan dalam rakernas APJI tahun 2017 yang akan diselenggarakan selama empat hari mulai Selasa (24/10).

S Rahmawati Ketua Panitia II Rakernas APJI 2017, mengatakan, rakernas dengan tema optimalisasi potensi usaha jasa boga melalui digital marketing ini akan dihadiri sebanyak 296 pengusaha jasa boga dari seluruh Indonesia. “Dalam menjalankan bisnis jasa boga ada banyak yang harus diperhatikan. Higienisnya bagaimana, sertifikasi makanannya, serta aturan hukum sanitasinya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, saat ini masih banyak pengusaha kuliner terutama di tataran home industri yang hanya mengunggulkan produk kuliner yang murah. Padahal banyak hal yang perlu juga diatur dalam bisnis jasa boga. Misalnya untuk menjual produk mi, masaknya bagaimana l, serta penampilan juru masaknya seperti apa. “Saat memasak, ada SOP nya, harus pakai selontongan tangan, harus memakai penutup kepala, harus mengenakan sepatu boat, dan yang lain,” katanya.

Sejumlah panitia APJI 2017 saat wwc dengan media
Sejumlah panitia APJI 2017 saat wwc bertemu dengan awak media.

Bahkan dalam penyajian ke konsumen, misalnya harus menggunakan alas daun, atau mika, lalu harus ada cara penyajian maksimal berapa jam, dan beberapa aturan lain. “Termasuk bagaimana kotak makanannya, lalu bahan makanannya, kerupuk apa yang boleh disajikan, dan lain-lain,” ucapnya. Hal itu dilakukan agar mutu dari layanan jasa boga di Indonesia dan Jawa Timur bisa dipercaya oleh konsumen.

Senada, Sujatno Ketua DPD APJI Jawa Timur juga menyampaikan poin yang sama. Banyak pengusaha kuliner yang masih belum paham tentang SOP tersebut. Oleh sebab itu hal ini akan dijadikan salah satu bahan yang akan disampaikan dalam Rakernas. “Di Jawa Timur masih belum semua pengusaha kuliner yang sudah bergabung. Baru 60 orang. Yang sudah memiliki 15 DPC dari 38 kabupaten kota yang ada di Jawa Timur,” ucap Sujatno.

Yang bisa menjadi anggota APJI ini bisa seluruh jenis usaha jasa boga. Tidak hanya katering, melainkan juga supplier kerupuk, penyedia makanan tertentu, sampai perangkat pendukung katering seperti alat makan da sejenisnya. Menurutnya, pengusaha jasa boga kebanyakan berangkat dari home industry. Namun masih minim yang meningkatkan usahanya dengan mendirikan perusahaan atau CV.

Salah satunya karena takut kena pajak. Padahal banyak keuntungan yang bisa didapatkan. “Target kami semua pengusaha jasa boga bisa terekrut menjadi anggota APJI,” ucapnya. Tidak hanya menyelenggarakan rakernas, pada Selasa (24/10/2017), APJI juga akan menyelenggarakan Pameran Wedding Exhibition dan UKM. Acara┬áini akan pameran memamerkan aneka menu kuliner untuk wedding, lalu juga pameran perangkat untuk keperluan catering untuk wedding. Seperti pemanas, taplak, tenda, serving dish, dekorasi dan hiasan bunga untuk pernikahan.

Selain itu juga ada lomba memasak menu tradisional, lomba memasak rusak cingur, lomba set menu. APJI juga siap untuk mendukung semangat para profesional usaha jasa boga dalam mengembangkan bisnisnya untuk merambah lebih banyak wilayah, baik lokal dan global, sehingga kita semua bisa mengharumkan nama bangsa.xco

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here