,

Perkuat Tata Kelola Data, Akademisi FST UNAIR Jadi Juri Satu Data Jatim Award 2025

Surabaya, areknews – Akademisi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST UNAIR) kembali dipercaya berkontribusi dalam pembangunan tata kelola data di tingkat daerah. Kali ini, Dr. M. Fariz Fadillah Mardianto, S.Si., M.Si., dosen Prodi Statistika, FST UNAIR, didapuk menjadi salah satu juri dalam ajang bergengsi Satu Data Award Jawa Timur 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Penilaian Final berlangsung pada Senin-Selasa, (29-30/09/2025) di Kantor Diskominfo Jatim. Hasil penjurian akan diumumkan pada puncak penganugerahan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Timur. Ajang tahunan ini menilai tata kelola data di 64 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta 29 kabupaten/kota se-Jatim berdasarkan standar Satu Data Indonesia dan ISO.

Dalam proses penjurian, Dr. Fariz bersanding dengan pakar lintas sektor, di antaranya Sekretariat Satu Data Indonesia (SDI) Pusat, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, serta konsultan statistik Narasio Data. Kehadiran akademisi dalam jajaran juri memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga statistik, dan perguruan tinggi dalam memastikan tata kelola data yang akuntabel serta sesuai standar nasional maupun internasional.

“Saya merasa terhormat dapat berkontribusi dalam upaya memperkuat tata kelola data di Jawa Timur. Keberadaan Satu Data Award ini penting untuk memastikan pengelolaan data di OPD maupun kabupaten/kota sesuai standar, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data,” ungkap Dr. Fariz.

Peran Akademisi dalam Literasi Data

Dr. M. Fariz Fadillah Mardianto saat sesi penilaian berlangsung. (Foto: Jatimprov.go.id)
Sebagai akademisi di bidang statistika, Dr. Fariz menekankan pentingnya peningkatan literasi data di lingkungan pemerintah daerah. Data, menurutnya, tidak cukup hanya dikumpulkan, namun perlu melalui tahapan validasi, analisis, hingga diseminasi secara berkualitas.
“Dalam konteks Satu Data Indonesia, kolaborasi adalah kunci. Akademisi memberi perspektif metodologis, pemerintah menjamin implementasi, dan bersama-sama kita bisa memastikan tata kelola data berjalan berkesinambungan,” jelasnya.

Harapan ke Depan

Dr. M. Fariz Fadillah Mardianto bersama dengan Para Juri Satu Data Jatim Award 2025 (Foto: Jatimprov.go.id)
Dr. Fariz berharap keterlibatannya sebagai juri dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan data di setiap instansi. Ke depan, ia menilai penting adanya klasterisasi dalam pembinaan OPD maupun kabupaten/kota, sehingga dapat dipetakan mana yang sudah unggul dan mana yang masih memerlukan pendampingan. Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan yang peduli dan memahami urgensi data akan menjadi kunci dalam membawa instansi menuju tata kelola yang lebih maju.

“UNAIR melalui para akademisinya siap menjadi mitra strategis dalam mendukung implementasi Satu Data Indonesia. Dengan tata kelola data yang baik, kebijakan publik akan lebih tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.***Penulis: Rivaldi Sihite