Surabaya, areknews – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Ajeng Wira Wati menanggapi program beasiswa penghafal kitab suci bagi peserta didik yang dinilai kurang sosialisasi.
Perlu diketahui, Pemkot Surabaya membuka program beasiswa penghafal kitab suci bagi peserta didik jenjang TK, SD, dan SMP atau sederajat dari berbagai agama.
Program ini menyiapkan kuota sebanyak 1.412 pelajar yang berasal dari enam agama resmi sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter sejak dini.
Ajeng berharap program ini mampu mendorong peserta didik meraih prestasi yang lebih baik pada jenjang pendidikan selanjutnya.
“Manfaatnya sangat dirasakan oleh anak-anak. Ini bisa menjadi motivasi untuk prestasi ke depan,” ujar Ajeng Jumat (09/01/2026).
Ajeng menekankan pentingnya peningkatan sosialisasi program oleh Pemkot Surabaya. Ia menilai informasi mengenai beasiswa penghafal kitab suci masih belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Sosialisasi perlu diperluas dan dilakukan lebih intensif, terutama melalui rumah-rumah ibadah agar dapat menjangkau calon pendaftar yang potensial,” ungkapnya.
Ia menilai, dukungan beasiswa ini tidak hanya memperkuat karakter, tetapi juga dapat menunjang prestasi akademik peserta didik.
Dengan bantuan tersebut, anak-anak diharapkan dapat lebih fokus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Ia juga mendorong agar anak-anak yatim piatu mendapat perhatian khusus dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kelompok tersebut memiliki kebutuhan yang lebih besar terhadap dukungan pendidikan.
“Beasiswa penghafal kitab suci dapat membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yatim piatu. Yatim piatu perlu menjadi prioritas,” tutupnya.xco












