Kediri, areknews— Matahari belum terlalu tinggi ketika halaman Balai Kota Kediri mulai dipenuhi sepeda. Minggu pagi, 23 Agustus 2026, sekitar 1.300 pesepeda dari berbagai daerah berkumpul sebelum memulai perjalanan.
Sebagian datang dengan kendaraan. Sebagian lain memilih cara yang lebih panjang. Mereka mengayuh sepeda dari daerah asal.
Ada peserta dari Jakarta dan Bekasi yang menempuh perjalanan selama lima hari untuk tiba di Kediri. Mereka melintasi sejumlah wilayah dan menempuh ratusan kilometer demi mengikuti Jambore Nasional #2 Mbah Man Gowes Sejagad (MGS) 2026.
Peserta lain datang dari tempat yang lebih jauh. Makassar. Nusa Tenggara Timur. Mereka bergabung dengan komunitas pesepeda dari berbagai kota di Jawa dalam pertemuan yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 dan dipusatkan di Pondok Pesantren Wali Barokah.
Ketua Panitia Pelaksana M. Nur Wicaksono mengatakan persiapan kegiatan itu berlangsung sekitar dua bulan. Antusiasme peserta, menurut dia, menjadi salah satu kejutan bagi panitia. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena bisa diterima dengan sangat baik untuk menggelar pelepasan di Balai Kota Kediri,” kata Wicaksono.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati melepas para peserta dari halaman Balai Kota. Dalam sambutannya, ia mengatakan kegiatan bersepeda itu tak semata menjadi arena olahraga. Menurut Vinanda, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kebersamaan, dan gotong royong.
“Melalui olahraga, kita wujudkan gaya hidup sehat agar menjadi SDM yang produktif dan bermanfaat,” ujarnya.
Vinanda juga memperkenalkan visi pembangunan Kota Kediri yang disebut MAPAN, singkatan dari Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni. Di tengah sambutan yang berlangsung formal, ia melontarkan gurauan kepada para peserta yang akan meninggalkan Kediri.
“Yang pengen meningkatkan ketakwaan, jangan lupa beli Tahu Takwa,” katanya.
Setelah pelepasan, para pesepeda memilih dua lintasan. Rute Fun Bike sepanjang 20 kilometer dan Adventure Ride sejauh 35 kilometer. Menjelang siang, peserta kembali berkumpul di Pondok Pesantren Wali Barokah. Sarapan bersama dan panggung hiburan menutup rangkaian perjalanan.
Bagi sebagian peserta, perjalanan itu mungkin hanya 20 atau 35 kilometer. Namun bagi mereka yang datang dengan mengayuh sepeda dari Jakarta dan Bekasi, jarak menuju Kediri telah dimulai lima hari sebelumnya.
JAMNAS MGS berikutnya direncanakan berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah Kediri, para pesepeda itu akan kembali mengayuh—dan, barangkali, kembali menempuh jarak yang jauh hanya untuk bertemu.ade/wan











