Palangka Raya, areknews – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, meminta para pelaku industri di daerahnya untuk meningkatkan kapasitas produksi barang sebagai upaya menjaga stabilitas ekspor ke pasar luar negeri, terlebih Investor asal Filipina akan berkunjung ke Palangka Raya. Menurutnya, kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini dapat menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh para eksportir.
Fairid mengatakan, kenaikan nilai dolar terhadap rupiah membuat produk Indonesia memiliki daya saing yang lebih baik di pasar internasional. Dengan kondisi tersebut, pelaku usaha berkesempatan memperoleh nilai pendapatan yang lebih tinggi dari hasil ekspor dibandingkan sebelumnya.
Ia menilai sektor industri dan usaha berbasis komoditas di Palangka Raya maupun Kalimantan Tengah perlu memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan produktivitas. Langkah itu dinilai penting agar permintaan pasar luar negeri dapat terpenuhi secara optimal.
“Saya mendorong pelaku industri untuk terus menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Menurutnya, kualitas menjadi faktor utama dalam mempertahankan kepercayaan pembeli dari berbagai negara dan memperluas pangsa pasar ekspor,”ujarnya. Senin (8/Juni/2026)
Pemerintah Kota Palangka Raya, lanjut Fairid, akan terus memberikan dukungan terhadap iklim usaha yang kondusif melalui berbagai kebijakan yang mendorong pertumbuhan sektor industri dan perdagangan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing produknya.
Dengan meningkatnya aktivitas ekspor, Fairid berharap perekonomian daerah dapat tumbuh lebih kuat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Peningkatan produksi industri tidak hanya berpotensi menambah devisa dan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Palangka Raya.ros












