Palangka Raya, areknews – Program pelatihan vokasi dirancang untuk meningkatkan kompetensi, pengetahuan, keterampilan, serta daya saing para pencari kerja.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palangka Raya, Amandus Frenaldy pada kegiatan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2026 di Aula Disnaker Kota Palangka Raya, Senin (22/6/2026).
Dikatakannya, program pelatihan vokasi tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan kerja yang relevan, sehingga mampu meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Tenaga Kerja dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pencari kerja, agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” ucap Amandus.
Amandus menjelaskan, bidang pelatihan yang dibuka meliputi Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan program pelatihan Operator Komputer Muda. Kemudian Kejuruan Bisnis dan Manajemen dengan program pelatihan Pengelolaan Administrasi Perkantoran, serta Kejuruan Teknik Otomotif melalui program pelatihan Service Sepeda Motor Konvensional.
Selama mengikuti pelatihan sambung Amandus, peserta akan memperoleh berbagai materi pembelajaran yang terdiri dari pelatihan soft skill selama delapan jam pelajaran yang diberikan oleh narasumber dan praktisi sesuai bidangnya. Materi tersebut difokuskan pada pembentukan karakter, etos kerja, disiplin, kemampuan komunikasi, serta kerja sama tim.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan materi teori dan praktik kejuruan yang disampaikan oleh instruktur UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Palangka Raya sesuai standar pelatihan berbasis kompetensi. “Dan pada akhir pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi berstandar nasional yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai skema sertifikasi pada masing-masing kejuruan,” jelasnya.
Disnaker Kota Palangka Raya melalui UPTD BLK juga akan melakukan monitoring dan evaluasi pascapelatihan guna mengetahui tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja maupun keberhasilan peserta dalam mengembangkan usaha secara mandiri.
Amandus berharap program tersebut mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, produktif, profesional, dan memiliki daya saing tinggi sehingga dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kami berharap melalui pelaksanaan program ini akan melahirkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, profesional, dan memiliki daya saing tinggi. Dengan demikian mereka dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Adapun Pelatihan Vokasi Nasional ini diikuti 40 pencari kerja setempat dan berlangsung selama 35 hari kerja pada 22 Juni – 7 Agustus 2026. ros











