Peringati Bulan Bung Karno, Abdul Malik Sapa Warga Sidomulyo dan Usulkan Bantuan Kursi Roda

Surabaya, areknews – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, kader PDI Perjuangan, Abdul Malik, turun langsung ke tengah masyarakat untuk melihat kondisi warga dan memastikan kebutuhan sosial yang memerlukan perhatian pemerintah.

Dalam kunjungannya ke wilayah Sidomulyo pada selasa (23/6/2026), Abdul Malik bertemu dengan seorang lansia bernama Hajah Yanti berusia (84) yang tinggal seorang diri. Kondisi kesehatan dan mobilitas perempuan lanjut usia tersebut menjadi perhatian khusus dalam kegiatan sosial yang dilakukan.

“Dalam momentum memperingati hari Bung Karno ini, kami turun ke masyarakat untuk melihat langsung kondisi warga. Salah satu yang kami temukan adalah seorang ibu sepuh berusia 84 tahun yang membutuhkan perhatian,” ujar Malik saat ditemui di DPRD Surabaya.

Setelah kunjungan awal, Abdul Malik yang juga Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya kembali mendatangi rumah Hajah Yanti dengan membawa tenaga kesehatan (nakes) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan kondisi kesehatan umum lainnya.

“Alhamdulillah hasil pemeriksaannya baik. Kami ingin memastikan kondisi kesehatan beliau sehingga dapat terus menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman,” katanya.

Selain pemeriksaan kesehatan, Malik juga mendengarkan aspirasi dan kebutuhan yang disampaikan Hajah Yanti. Salah satu harapan yang disampaikan adalah bantuan kursi roda agar dapat lebih mudah beraktivitas dan menjalankan ibadah.

Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, Malik berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, serta pihak kelurahan untuk mengajukan bantuan kepada Dinas Sosial Kota Surabaya.

“Melalui RT, RW, dan kelurahan, kami sudah mengusulkan agar Dinas Sosial dapat segera memberikan intervensi berupa bantuan kursi roda,” jelasnya.

Menurut Malik, Hajah Yanti merupakan seorang janda yang memiliki beberapa anak. Namun, anak-anaknya tidak tinggal serumah karena sebagian berada di luar kota, sehingga kesehariannya dijalani seorang diri.

Meski demikian, semangat hidup Hajah Yanti dinilai sangat luar biasa. Di usianya yang telah mencapai 84 tahun, ia tetap berusaha menjalani kehidupan dengan penuh semangat dan menjaga ibadahnya.

“Beliau menyampaikan bahwa sampai hari ini tidak pernah meninggalkan salat. Ini menjadi motivasi bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk meneladani semangat dan keistiqomahan beliau dalam beribadah,” tutur Malik.

Ia berharap perhatian terhadap warga lanjut usia seperti Hajah Yanti dapat terus ditingkatkan, baik melalui program pemerintah maupun kepedulian sosial masyarakat, sehingga para lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih nyaman dan sejahtera.xco