Palangka Raya, areknews – Upaya meningkatkan minat baca terus digencarkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Palangka Raya melalui pendekatan yang relevan bagi generasi muda. Kehadiran Duta Baca menjadi salah satu strategi utama untuk menginspirasi serta mengampanyekan pentingnya literasi di tengah masyarakat.
Pemilihan Duta Baca Kota Palangka Raya Tahun 2026 menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memberikan ruang kepada generasi muda untuk berperan dalam menyebarluaskan semangat membaca sekaligus menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palangka Raya, Yohn Benhur Gohan Pangaribuan mengatakan, keberadaan figur atau idola yang dekat dengan masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya membaca secara lebih menarik.
“Program peningkatan pembudayaan kegemaran membaca dapat dilakukan melalui kampanye atau sosialisasi dengan menampilkan figur yang dapat menjadi contoh dan inspirasi, salah satunya melalui Duta Baca,” kata Benhur saat membuka Pembekalan dan Pembinaan Pemilihan Duta Baca Kota Palangka Raya di Aula Dispursip Kota Palangka Raya, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat pesan literasi lebih mudah diterima, khususnya oleh anak-anak dan remaja. Duta Baca nantinya tidak hanya membawa nama program, tetapi juga memiliki peran untuk mengajak masyarakat menjadikan membaca sebagai kebiasaan.
Benhur menilai, kampanye literasi akan lebih efektif apabila dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan figur yang mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, peserta Pemilihan Duta Baca perlu memiliki wawasan, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap perkembangan budaya membaca.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak memandang perpustakaan hanya sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan dapat menjadi ruang belajar, pengembangan pengetahuan, serta tempat masyarakat memperoleh berbagai sumber informasi yang bermanfaat.
“Penguatan budaya literasi juga perlu dilakukan dengan menyesuaikan pola komunikasi dengan perkembangan zaman. Generasi muda saat ini memiliki akses yang luas terhadap berbagai sumber informasi, sehingga kemampuan membaca perlu diikuti dengan kemampuan memahami dan mengolah informasi secara tepat,” jelasnya.
Melalui peran Duta Baca, pesan tersebut diharapkan dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda. Para duta baca nantinya dapat menjadi penghubung antara program pemerintah di bidang literasi dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Sebanyak 50 peserta dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA sederajat mengikuti pembekalan dan pembinaan sebagai bagian dari rangkaian Pemilihan Duta Baca Kota Palangka Raya Tahun 2026. Mereka selanjutnya akan mengikuti tahapan seleksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pemko Palangka Raya berharap Duta Baca yang terpilih nantinya tidak hanya aktif selama masa pemilihan, tetapi mampu menjalankan peran sebagai penggerak literasi secara berkelanjutan. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperluas jangkauan kampanye gemar membaca hingga ke sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.ros












