Menakar Keberhasilan Pembangunan Hasil Bantuan Luar Negeri, Melihat Asas Manfaat Bagi Warga

Surabaya, areknews – Bantuan luar negeri sering kali dipandang sebagai salah satu cara untuk mempercepat pembangunan di negara berkembang. Melalui bantuan tersebut, negara penerima membangun infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, dan memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas dasar. Namun, ketika sebuah proyek selesai dibangun, apakah itu berarti bantuan telah berhasil? Pertanyaan ini penting karena keberhasilan dari suatu pembangunan tidak hanya berkaitan dengan apa yang berhasil diwujudkan, tetapi juga dengan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Salah satu contoh yang dapat digunakan untuk membahas persoalan ini adalah pembangunan Bangalore Metro Rail Project di India yang memperoleh dukungan Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Proyek transportasi perkotaan ini bertujuan untuk mendukung mobilitas masyarakat India melalui penyediaan layanan kereta metro.

Pembangunan proyek metro ini memperlihatkan bagaimana bantuan luar negeri dapat membantu negara penerima dalam mengembangkan fasilitas publik. Dengan demikian, keberhasilan proyek tetap perlu dinilai dengan melihat hasil pelaksanaannya maupun manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat. Dalam laporan evaluasi, JICA mencantumkan jumlah penumpang Bangalore Metro pada tahun fiskal 2019 sebanyak 393.799 orang per hari, sementara target yang tercantum dalam tabel evaluasi mencapai 1.020.000 orang per hari (JICA, 2021).

Perbedaan antara target dan realisasi tersebut menunjukkan bahwa jumlah penumpang belum mencapai tingkat yang ditargetkan. Namun, angka tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa proyek tersebut gagal. Data tersebut menjadi salah satu dasar untuk mempertanyakan apakah keberhasilan pembangunan infrastruktur telah sejalan dengan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Persoalan tersebut sejalan dengan pemikiran Roger C. Riddell dalam buku Does Foreign Aid Work? (2009). Riddell menulis, “Asking whether aid works is a beguilingly simple question. Answering the question is far from simple.”

Sementara itu, ia juga menjelaskan bahwa penilaian bantuan perlu melampaui hubungan antara bantuan yang diberikan (inputs) dan hasil langsung yang dihasilkan (outputs), serta memperhatikan dampak yang lebih luas (outcomes), khususnya terhadap kemiskinan (Riddell, 2009). Artinya, pembangunan infrastruktur tidak cukup dinilai dari keberhasilan penyelesaian proyek, tetapi juga perlu dilihat dari kontribusinya terhadap kehidupan masyarakat.

Pada proyek Bangalore Metro, pembangunan jalur dan penyediaan layanan kereta merupakan hasil langsung, sedangkan manfaat yang lebih luas dapat mencakup kemudahan mobilitas, akses menuju tempat kerja dan pendidikan, serta perubahan waktu dan biaya perjalanan. Untuk mengetahui apakah manfaat tersebut benar-benar terwujud, diperlukan data yang tidak hanya mencatat jumlah penumpang, tetapi juga menggambarkan perubahan yang dialami masyarakat India. Evaluasi yang baik juga perlu mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhi hasil proyek agar dampak bantuan dapat dinilai secara proporsional.

Oleh karena itu, keberhasilan bantuan luar negeri tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan atau infrastruktur yang berhasil dibangun, tetapi juga dari manfaatnya bagi masyarakat. Sejalan dengan pemikiran Riddell, evaluasi berbasis data yang memadai diperlukan untuk menilai dampak bantuan secara lebih luas dan memastikan apakah pembangunan yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Penulis: Agatha Eclesia – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Jurusan Hubungan Internasional. Penulis Agatha Eclesia

Sumber: Japan International Cooperation Agency. (2021). Bangalore Metro Rail Project https://www.jica.go.jp/Resource/english/our_work/evaluation/reports/2020/c8h0vm0000ffjo4o-att/full_2020_a4.pdf
Riddell, R. C. (2009). Does foreign aid work? In M. Kremer, P. van Lieshout, & R. Went (Eds.), Doing good or doing better: Development policies in a globalising world. Amsterdam University Press. https://www.jstor.org/content/oa_chapter_edited/j.ctt46n0g6.7?seq=1