,

Soal Pemanfaatan Limbah dari Tambak Ikan Sapu Sapu, Departemen Kimia Unair Edukasi Warga Desa Betiting Gresik

Gresik, areknews – Departemen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (Unair) menggelar kegiatan tentang strategi pemanfaatan limbah dari tambak untuk pemulihan tambak ikan di Desa Betiting, cerme gresik.

Acara dihadiri oleh warga setempat, perangkat desa, serta para dosen dan mahasiswa Departemen Kimia UNAIR, USM serta sekolah SMA Muhammadiyah 10 Gresik//

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat mendapatkan solusi pengolahan ikan sapu sapu yang menjadi hama dalam jumlah melimpah di wilayah tersebut. Dalam edukasi ini, ikan sapu sapu akan diolah oleh masyarakat menjadi pakan ternak yang bernilai ekonomi tinggi.

Diolah Jadi Pakan Ternak

Yanuardi Raharjo, M.Sc., Ph.D, koordinator program studi magister kimia Departemen Kimia Unair mengatakan Ikan sapu-sapu selama ini banyak ditemukan di sungai atau waduk, namun sering dibuang begitu saja atau tidak dimanfaatkan.

“Melalui proses yang kami ajarkan, ikan ini bisa diolah menjadi pakan ternak yang sangat baik bagi pertumbuhan unggas, ikan, atau ternak lainnya,” ujarnya.

Dalam sesi workshop materi diberikan oleh Bapak Heru Pramono SPi, M Biotech, PhD, selaku dosen fakultas perikanan dan kelautan Universitas Airlangga tentang proses pengolahan ikan sapu-sapu menjadi pakan ternak melalui serangkaian tahapan mulai dari pencucian, pemisahan daging, fermentasi hingga pengeringan.

“Proses ini tidak hanya menjamin keberlanjutan ekosistem tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan sumber pendapatan tambahan,” katanya.

Para mahasiswa Unair turut mendemonstrasikan pembuatan pakan ternak berbasis ikan sapu-sapu, dengan berbagai formula yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pakan ternak di Dusun tersebut.

Salah satunya adalah pembuatan pakan ikan dan pakan unggas dengan campuran ikan sapu-sapu yang dikeringkan, serta bahan tambahan lainnya yang meningkatkan kualitas nutrisi.

Menciptakan Inovasi Baru

Kepala Desa Semampir Musoli menyambut baik inisiatif ini/ dan berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perekonomian desa.

“Dengan adanya workshop ini, kami berharap warga dapat lebih mandiri dan menciptakan inovasi baru yang mendukung kesejahteraan desa, serta menjaga kelestarian alam dengan memanfaatkan limbah yang ada,” katanya.

Sebagai penutupan, tim Unair membagikan kit pengolahan ikan sapu-sapu untuk peserta. Dengan adanya workshop ini, diharapkan masyarakat Dusun Jambu dapat meningkatkan pendapatan mereka melalui inovasi pengelolaan limbah ikan sapu-sapu yang bernilai ekonomis

Dr. Alfa Akustia Widati, MSi selaku ketua panitia kegiatan menuturkan bahwa Kegiatan ini terwujud dari hasil kolaborasi dengan School of Chemical Science, Universiti Sains Malaysia (USM), serta sumbersih yang luar biasa dari guru dan siswa dari SMA Muhammadiyah 10 Gresik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dari kegiatan besar yang dilakukan oleh Departemen Kimia Universitas Airlangga dalam wujud pengabdian kepada masyarakat pada level internasional. “Aktivitas bersama kolega internasional dan sekolah di wilayah Gresik ini menjadi wujud aktualisasi peranan akademis dan pendidikan dalam upaya penyelesaian masalah di masyarakat yang berdampak,” pungkasnya.xco