Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik dan Daya Saing Daerah, Pemko Gelar Rakor dan Bimtek

Palangka Raya, areknews – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan perangkat daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Inovasi Daerah dan Bimbingan Teknis Pelaporan Inovasi Daerah yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) di Aula Peteng Karuhei II Kantor Wali Kota Palangka Raya.

Dalam sambutan Wali Kota Palangka Raya yang dibacakan Sekretaris Daerah Arbert Tombak, disampaikan bahwa inovasi merupakan berbagai upaya pembaruan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan daerah. Namun demikian, setiap inovasi harus berlandaskan prinsip efisiensi, efektivitas, peningkatan kualitas pelayanan, transparansi, kepentingan umum, serta akuntabilitas, dan tidak boleh dipengaruhi kepentingan pribadi maupun golongan tertentu.

Arbert menegaskan, inovasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah, memperkuat daya saing, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, semangat inovasi harus menjadi budaya kerja yang tertanam di seluruh perangkat daerah agar kinerja organisasi semakin efektif dan efisien dalam memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia.

Menurutnya, berbagai tantangan dan keterbatasan yang dihadapi pemerintah daerah dapat diatasi melalui pendekatan yang lebih kreatif dan adaptif. “Melalui inovasi, berbagai tantangan dan keterbatasan yang dihadapi pemerintah daerah dapat diatasi dengan cara-cara yang lebih kreatif dan adaptif. Karena itu, inovasi harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh perangkat daerah,” ujarnya.Kamis (4 Juni 2026)

Pada kesempatan tersebut, Arbert juga memaparkan perkembangan Indeks Inovasi Daerah Kota Palangka Raya dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, Palangka Raya meraih predikat Kota Inovatif dengan nilai indeks 30,37. Status tersebut berhasil dipertahankan pada 2022 dengan nilai 53,19 dan menempati peringkat ke-44 dari 93 kota. Meski sempat turun ke peringkat ke-57 pada 2023 dengan nilai 47,30, Palangka Raya kembali meraih predikat Kota Inovatif pada 2024 dengan nilai 50,21 dan meningkat lagi menjadi 52,01 pada 2025.

Arbert menyebut peningkatan capaian tersebut merupakan hasil komitmen dan kerja keras seluruh perangkat daerah. Ia menegaskan bahwa inovasi tidak semata-mata untuk mengejar penghargaan, melainkan menghadirkan terobosan nyata yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan terus meningkatkan kualitas inovasi dengan memenuhi berbagai indikator kematangan inovasi, mulai dari dukungan regulasi, alokasi sumber daya, sosialisasi, hingga aspek penunjang lainnya, sehingga target meraih predikat Kota Sangat Inovatif dapat terwujud di masa mendatang.ros