Palangka Raya, areknews – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2026 di Kelurahan Sei Gohong, Palangka Raya, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Sekretaris DLH Kota Palangka Raya, Yudo Asbela dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan isu global yang berdampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, baik lingkungan, sosial, maupun ekonomi.
“Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu udara, hingga meningkatnya potensi bencana seperti banjir dan kebakaran hutan dan lahan menjadi dampak nyata yang kita rasakan saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membutuhkan langkah strategis, terencana, dan berkelanjutan yang melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Proklim menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat serta mendorong upaya mitigasi melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.
Dijelaskannya, hingga tahun 2025, Kota Palangka Raya telah memiliki 29 lokasi Proklim, yang terdiri dari 4 kategori utama, 23 kategori madya, dan 2 kategori pratama. Capaian ini menunjukkan komitmen serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mendukung pengendalian perubahan iklim.
Meski demikian, Yudo menegaskan bahwa tantangan ke depan masih cukup besar. Pemerintah tidak hanya menargetkan penambahan lokasi Proklim, tetapi juga peningkatan kualitas hingga mencapai kategori Proklim Lestari.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan dan terdorong untuk berperan aktif dalam berbagai kegiatan Proklim, seperti pengelolaan sampah berbasis masyarakat, penghijauan, pemanfaatan lahan pekarangan, konservasi sumber daya air, serta pencegahan dan pengendalian kebakaran lahan.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui DLH berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi setiap kelurahan agar berpartisipasi aktif dalam Program Kampung Iklim, sekaligus meningkatkan capaian hingga memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
Keberhasilan implementasi Proklim, lanjut Yudo sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan lingkungan yang sehat, masyarakat yang tangguh, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup di Kota Palangka Raya,” pungkasnya.
Adapun kegiatan sosialisasi ini diikuti Lurah Sei Gohong beserta jajaran, ketua RW dan RT, para tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda setempat dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Palangka Raya dan DLH Kota Palangka Raya.ros












