Palangka Raya, areknews – Keberhasilan Program Kampung Iklim (Proklim) tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi berbagai pihak. Karena itu, Pemerintah Kota Palangka Raya terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan warga dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, pada kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Program Kampung Iklim (Proklim) di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Perubahan iklim adalah tantangan bersama yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri,” ujarnya.
Menurut Untung, sinergi tersebut menjadi modal penting untuk membangun masyarakat yang tangguh menghadapi perubahan iklim melalui berbagai aksi nyata, mulai dari pengelolaan sampah berbasis 3R, penghijauan, konservasi air, ketahanan pangan keluarga hingga pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Ia berharap kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata, tetapi terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Palangka Raya.
“Semoga kolaborasi ini dapat terus dipelihara dan ditingkatkan demi mewujudkan Kota Palangka Raya yang hijau, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan,” pungkasnya.ros











