Sidoarjo, areknews – Ratusan warga Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo antusias mengikuti karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8). Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas warga sekaligus upaya melestarikan tradisi kearifan lokal.
Sepanjang rute warga tampil memukau dengan beragam kostum adat, busana kreatif, karakter pewayangan, hingga menghadirkan bermacam maskot unik yang menyedot perhatian penonton. Tak hanya parade kostum, acara juga dimeriahkan dengan panggung hiburan serta pengundian berbagai macam doorprize menarik yang bisa dibawa pulang oleh warga yang beruntung, mulai dari mi instan, kipas angin, hingga mesin cuci.
“Kami menanamkan rasa kecintaan warga supaya tumbuh kembang dan paham tentang kebudayaan yang ada di Pamotan khususnya, maupun daerah lain di Indonesia. Harapan kami, warga senantiasa mencintai Desa Pamotan dan bersama-sama membangun desa melalui keahlian masing-masing agar semakin jaya, maju, dan sejahtera,” ujar Kepala Desa Pamotan M. Rosol, S. Pd. I.
Menurutnya tema kebudayaan sengaja diusung untuk menggugah kembali semangat nasionalisme dan kepedulian warga terhadap warisan budaya nusantara, khususnya kearifan lokal di Desa Pamotan.

Guna menjaga independensi dan keterlibatan akademisi, pihak Pemdes memercayakan proses penilaian lomba karnaval kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sedang bertugas di desa tersebut. Penilaian dilakukan secara murni (pure) berdasarkan kesesuaian tema dan keindahan karya tanpa manipulasi.
Selain undian doorprize, Pemerintah Desa Pamotan menyiapkan apresiasi khusus bagi para pemenang lomba karnaval berupa kepingan emas, juara 1 kepingan emas 1,5 gram, juara 2 kepingan emas 1 gram, juara 3 kepingan emas 0,75 gram (1 gram kurang 250 mg) dan juara 4 kepingan emas 0,5 gram.
Sementara itu, Ketua Panitia Karnaval, Sadli, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemdes, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai wilayah seperti BCM dan Ringin Asri yang telah bergotong royong menyukseskan acara.

“Bagi yang menjadi juara boleh berbangga tetapi tidak boleh sombong, dan yang belum meraih juara utama tidak perlu berkecil hati karena insya Allah semuanya tetap mendapatkan hadiah. Mari kita bina ukhuwah islamiyah di Desa Pamotan demi kemajuan desa yang kita cintai ini,” tegas Sadli di hadapan warga.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat dan jajaran RT/RW, Pemdes Pamotan bersama panitia merencanakan untuk kembali menggelar kegiatan karnaval yang jauh lebih besar dan meriah pada peringatan kemerdekaan tahun 2027 mendatang.xco











