Surabaya, areknews– Memperingati Hari Sumpah Pemuda, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus mendorong peningkatan kesadaran keselamatan ketenagalistrikan dan literasi digital di kalangan generasi muda. Melalui unit pelaksana di daerah, PLN menghadirkan edukasi kelistrikan kepada 110 pelajar dari SDN Kebonsari Kulon 1 Probolinggo dan SMAN 1 Ponorogo pada Kamis (29/10).
Kegiatan yang dilaksanakan melalui PLN UP3 Pasuruan dan PLN UP3 Ponorogo ini bertujuan mengenalkan dunia kelistrikan, meningkatkan pemahaman mengenai potensi bahaya listrik, serta memperkenalkan kemudahan layanan digital PLN Mobile.
Di Probolinggo, sebanyak 60 siswa SDN Kebonsari Kulon 1 mengikuti kegiatan outing class di lingkungan PLN ULP Probolinggo. Para siswa mendapatkan pengenalan mengenai manfaat listrik, potensi bahaya kelistrikan di lingkungan rumah dan sekolah, serta berbagai aktivitas PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Mereka juga diingatkan untuk menjaga jarak aman dari jaringan listrik dan menggunakan peralatan listrik secara benar.
Sementara itu, di Ponorogo, sebanyak 50 siswa SMAN 1 Ponorogo mendapatkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan yang disampaikan oleh Ledy Yulianto, Team Leader K3L PLN ULP Ponorogo. Para siswa diimbau untuk tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, tidak menyentuh kabel terkelupas atau menjuntai, serta segera melaporkan kondisi jaringan yang berpotensi membahayakan kepada PLN.
Selain itu, para siswa diperkenalkan dengan aplikasi PLN Mobile oleh Siska dari Tim Pemasaran PLN UP3 Ponorogo bersama Angget, Team Leader PLN ULP Ponorogo. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan, seperti pembelian token, pembayaran tagihan, pengajuan pasang baru dan perubahan daya, hingga pelaporan gangguan listrik.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa edukasi kepada generasi muda merupakan langkah penting dalam membangun budaya keselamatan sekaligus memperkenalkan perkembangan layanan kelistrikan. Ia juga mendorong seluruh unit pelaksana untuk aktif menghadirkan kegiatan edukatif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi semangat bagi kita untuk terus berkontribusi dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Saya mendorong seluruh insan PLN agar tidak hanya fokus menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Tanamkan kesadaran keselamatan listrik sejak dini dan kenalkan kemudahan layanan digital PLN. Harapannya, para pelajar dapat menjadi agen keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” ujar Eric.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Ponorogo, Wakhid Firman Ardiansyah, mengapresiasi kepedulian PLN dalam memberikan pembelajaran langsung yang bermanfaat bagi siswa, khususnya mengenai keselamatan listrik dan pemanfaatan teknologi digital.
Melalui kegiatan ini, PLN UID Jawa Timur berharap generasi muda semakin memahami pentingnya keselamatan ketenagalistrikan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menyebarkan pengetahuan positif di lingkungannya.
Sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda, PLN UID Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dan masyarakat dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang aman, andal, dan semakin mudah diakses.met











