,

Dianggap Ormas Pembuat Onar, PDIP Siap Lawan FPI

Surabaya, areknews – Perlawanan terhadap ormas FPI didengungkan oleh DPC PDIP Surabaya. Hal ini nampak pada kegiatan “Mimbar Rakyat Menjaga NKRI dan Ke-Bhinekaannya” di kantor DPC PDIP jalan Kapuas Surabaya, Minggu (22/1).

Ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana dalam sambutannya di acara mimbar untuk rakyat Menjaga NKRI dan Ke-Bhinekaannya” ini mengajak seluruh komponen masyarakat terutama kader PDIP Kota Surabaya untuk membubarkan FPI sampai ke akar-akarnya.
“Saya orang muslim, tapi apabila ada yang mengatakan FPI itu mewakili semua umat muslim, saya tidak merasa terwakili. saya yang terlahir sebagai muslim, tapi hingga saat ini saya tidak pernah mengakui Rizieq Sihab sebagai Habib, arek Suroboyo menyebutnya si Resek (pembuat onar ), kalau si Resek jadi tukang resek yo di entek,i pisan ae (kalau Rizieq menjadi tukang pembuat onar ya dihabisi sekalian,red) dan apabila FPI akan mendirikan negara Islam kita habisi sampai ke akar-akarnya,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Wakil Wali Kota Surabaya ini juga mengajak seluruh undangan yang hadir untuk mengumandangka takbir versi PDIP Surabaya. Kita kumandangkan dari Surabaya takbir yang berbeda di seluruh nusantara yakni “Allahuakbar, Merdeka” teriaknya yang seraya disambut dengan teriakan yang sama oleh seluruh kader dan undangan yang hadir.
Whisnu Sakti Buana juga menyampaikan bahwa Kota Surabaya adalah hasil perjuangan bersama berbagai suku, dan latar belakang agama yang berbeda-beda. “

Sejarah membuktikan bahwa bumi Surabaya dipertahankan tidak hanya oleh satu suku atau agama, tetapi oleh semua golongan, karena pada saat Kyai Hasim Ashari mengumadangkan untuk berjihad dan berjuang ke Surabaya untuk kemerdekan bangsa Indonesia, waktu itu tanpa memandang suku dan agamanya apa,” ungkapnya.

“ Maka dari itu kita semua wajib mempertahankan NKRI, Pancasila dan Ke-Bhinekaan ini,” tambah pria yang akrab disebut WS tersebut.

Selain itu Ungkapan melawan FPI bersama Rizieq Shihab juga dilontarkan dari Saifudin Zuhri Sekretaris DPC PDIP Surabaya dengan tegas dalam sambutanya mengatakan bahwa Ormas FPI adalah gerombolan pengacau yang berniat untuk memecah belah bangsa Indonesia yang menggunakan agama sebagai tamengnya.
“ Saya minta kepada seluruh warga Surabaya terutama kader PDIP agar menyikapi tindakan dan ucapan kelompok tertentu (FPI) yang ingin memecah belah bangsa, merongrong kewibawaan NKRI, dengan ini kami siap untuk perang,” ungkapnya di kantor Kantor DPC PDIP.

Saifudin Zuhri juga menerangkan Islam adalah Rahmatan rahmatan lil alamin, Islam itu mensejahterakan, Islam itu menyejukan. Bangsa ini ini dibangun oleh beragam suku dan agama, maka dari itu dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk berdayung sambut untuk mempertahankan NKRI. Selain itu ia melanjutkan, dirinya bersama seluruh kader PDIP Kota Surabaya hanya tinggal menunggu perintah dari DPP, termasuk jika diperintahkan untuk berperang.
“Saat ini memang hanya beberapa yang diundang, tetapi besok akan kami undang semua ormas, dan yang perlu dicatat, jika Surabaya diperintahkan untuk berangkat perang, kami akan siap,” tegasnya.

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti imbauan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto, DPC PDIP Kota Surabaya dibawah komando Whisnu Sakti Buana sebagai ketua menggelar ‘Mimbar Untuk Rakyat’ di Kantor DPC Jl Kapuas Surabaya.
Dalam cara tersebut selain segenap pengurus DPC PDIP Kota Surabaya, juga Ketua DPD PDIP JatimKusnadi serta, beberapa ketua DPC dan perwakilan partai lain diantaranya Hanura dan Nasdem serta PCNU Kota Surabaya, yang seluruhnya sepakat untuk mendukung sekaligus turut berjuang untuk misi pembubaran Ormas FPI pimpinan Rizieq Sihab.
Kusnadi Ketua DPD PDIP Jatim, mengatakan Surabaya ini adalah salah satu tempat perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia pertama kali, yang tidak bisa kita lupakan dengan moment 10 November. Dimana kobaran semangatnya perjuangan melawan penjajah lahir dari Surabaya

“ Maka dari itu kita mulai mengobarkan semangat melawan ormas FPI yang mau mencoba merusak ke Bhinekaan dan menghancurkan NKRI dari Surabaya dan Jawa Timur,” kata Kusnadi.

Kusnadi melanjutkan, Karena ini sudah menyangkut persoalan kebangsaan maka PDIP harus berada digarda terdepan untuk melawan kelompok-kelompok dan golongan yang mencoba untuk menghancurkan bangsa Indonesia dan mencoba memecah belah NKRI.
“Dalam mempertahankan NKRI PDIP ada di Garda terdepan untuk mempertahan kesatuan dan persatuan bangsa. Jika kita mati mempertahankan Ideologi, maka kita akan mati terhormat,” ungkap Kusnadi.

Dalam acara “Mimbar Rakyat Menjaga NKRI dan Ke-Bhinekaannya” ini DPC PDIP Kota Surabaya juga mendeklarasikan Jaga NKRI dan dilanjutkan tandatangan bersama diatas kain putih oleh segenap pengurus DPC PDIP Kota Surabaya, DPD PDIP Jatim dan seluruh kader PDIP, beserta perwakilan partai lain diantaranya Hanura, Nasdem dan PCNU Kota Surabaya yang seluruhnya sepakat untuk mendukung sekaligus turut berjuang untuk misi pembubaran Ormas FPI pimpinan Rizieq Sihab.xco