Jakarta, areknews – PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) berhasil menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Dalam kesempatan tersebut, para pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, sekaligus memberikan mandat bagi sejumlah keputusan strategis untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Sepanjang tahun 2025, MBMA mencatatkan kinerja yang tangguh meski di tengah tekanan pelemahan harga nikel global. Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$ 1,435 miliar dan EBITDA mencapai US$ 219 juta. Capaian ini didorong oleh peningkatan volume produksi, kontribusi optimal dari segmen hilir, serta penerapan disiplin biaya yang ketat di seluruh rantai nilai.
Operasi tambang di Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) menjadi tulang punggung produksi, dengan hasil bijih saprolit sebanyak 7,0 juta wet metric tonnes (wmt) dan bijih limonit sebanyak 14,7 juta wmt. Di sektor pengolahan, Perseroan berhasil memproduksi Nickel Pig Iron (NPI) sebanyak 73.871 ton, High-Grade Nickel Matte (HGNM) sekitar 19.998 ton, serta Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sekitar 25.994 ton.
Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk, Teddy Nuryanto Oetomo, menyatakan bahwa keputusan yang diambil dalam RUPST menjadi landasan kuat bagi fase pertumbuhan berikutnya.
“MBMA berhasil mempertahankan kinerja yang tangguh di tengah tekanan harga nikel global, didukung oleh peningkatan volume produksi dan peningkatan margin di operasi hilir. Kami akan terus mempercepat pengembangan ekosistem hilir terintegrasi untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang Perseroan,” ujar Teddy.
Target Produksi dan Proyek Strategis 2026
Memasuki tahun 2026, MBMA menargetkan peningkatan kapasitas produksi secara signifikan. Target produksi bijih saprolit ditetapkan pada kisaran 8,0 juta hingga 10,0 juta wmt dan bijih limonit 20,0 juta hingga 25,0 juta wmt. Sementara untuk produk hilir, target produksi NPI berada di angka 70.000 hingga 80.000 ton, dan HGNM diproyeksikan melonjak menjadi 44.000 hingga 48.000 ton.
Perseroan juga terus memajukan proyek strategis guna meningkatkan efisiensi. Salah satunya adalah pengoperasian Feed Preparation Plant (FPP) yang mengalirkan slurry limonit melalui jalur pipa menuju fasilitas HPAL milik PT ESG New Energy Material. Proyek HPAL SLNC dengan kapasitas terpasang 90.000 ton nikel per tahun juga terus berjalan sesuai jadwal, dengan commissioning tahap pertama ditargetkan pada semester kedua 2026.
Penguatan Struktur Manajemen
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Direksi. Dua nama baru resmi diangkat, yaitu James Nicholas sebagai Direktur (Chief Financial Officer) dan Ashutosh Srivastava Fausimm sebagai Direktur Operasional, efektif setelah penutupan rapat. Pengangkatan ini dilakukan untuk memperkuat fungsi keuangan dan eksekusi operasional perusahaan.
Rapat juga mencatat dan menyetujui pengunduran diri Anthony Kartono Tan dari jabatannya sebagai Direktur. Perseroan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan selama masa jabatan.
“Penguatan susunan Direksi diharapkan dapat mendukung fokus MBMA pada disiplin keuangan, eksekusi operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang seiring pengembangan posisi Perseroan dalam rantai nilai bahan baku baterai,” tambah Teddy.
Dengan struktur kepemimpinan yang baru dan dukungan pemegang saham, MBMA optimis dapat terus memajukan portofolio bisnis bahan baku baterai yang terintegrasi, sekaligus berkontribusi nyata bagi posisi Indonesia dalam rantai pasok energi global.tok











