Surabaya, areknews – Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surabaya Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Bahaya Gempa Bumi.
Kegiatan yang digelar di lingkungan PLN Surabaya Barat tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, PT Nusantara Satria Agung (NSA) selaku vendor pengamanan, serta Tim Penanggulangan Bencana PLN Surabaya Barat. Peserta kegiatan terdiri dari personel satpam dan anggota Tim Penanggulangan Bencana PLN Surabaya Barat.
Kegiatan dibuka oleh Karsono selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sidoarjo. Dalam pemaparannya, Karsono memberikan edukasi kepada peserta mengenai karakteristik bencana gempa bumi, potensi risiko yang dapat ditimbulkan, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan sebelum, saat, maupun setelah gempa terjadi.
“Dalam menghadapi bencana, yang paling penting adalah kesiapan. Kita perlu mengetahui apa yang harus dilakukan, ke mana harus evakuasi, dan bagaimana melakukan koordinasi ketika kondisi darurat terjadi,” ujar Karsono.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan kondisi darurat akibat gempa bumi. Simulasi dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menjalankan prosedur tanggap darurat, mulai dari respons ketika terjadi gempa, perlindungan diri, evakuasi, hingga berkumpul di titik aman.
Dalam simulasi tersebut, personel satpam dan Tim Penanggulangan Bencana PLN Surabaya Barat menjalankan peran masing-masing sesuai dengan skenario yang telah ditentukan. Koordinasi antarpersonel menjadi salah satu aspek yang ditekankan agar proses evakuasi dapat berlangsung secara cepat, tertib, dan terarah.
Manager PLN UP3 Surabaya Barat Cynthia Dewi Ariyani mengatakan, kesiapsiagaan bencana merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya keselamatan di lingkungan PLN.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga melatih respons seluruh personel ketika menghadapi kondisi darurat. Harapannya, ketika terjadi bencana, setiap orang mengetahui perannya dan dapat mengambil tindakan yang tepat,” kata Cynthia.
Ia menambahkan, keberadaan Tim Penanggulangan Bencana PLN Surabaya Barat menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan di lingkungan kerja. Tim tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak dalam penerapan prosedur tanggap darurat sekaligus membantu memastikan keselamatan seluruh pekerja maupun pihak lain yang berada di lingkungan PLN.
Keterlibatan PT Nusantara Satria Agung (NSA) sebagai vendor pengamanan juga menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara PLN dan mitra kerja. Personel satpam memiliki peran penting dalam mendukung pengamanan area, mengarahkan proses evakuasi, serta membantu memastikan kondisi lingkungan tetap terkendali selama keadaan darurat.
“Kami juga ingin memastikan bahwa mitra kerja yang berada di lingkungan PLN memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama terkait keselamatan. Karena dalam kondisi bencana, penanganannya membutuhkan koordinasi dan kerja sama seluruh pihak,” ujar Cynthia.
Menurut Cynthia, momentum Hari Pelanggan Nasional tidak hanya menjadi kesempatan bagi PLN untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pelayanan kelistrikan harus ditopang oleh operasional yang aman dan andal.
“Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan harus berjalan beriringan dengan memastikan keselamatan dalam setiap aktivitas. Karena itu, kesiapsiagaan seperti ini perlu terus dilatih dan dievaluasi,” tambahnya.
Melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi tersebut, PLN Surabaya Barat berharap seluruh peserta semakin memahami prosedur menghadapi bencana gempa bumi dan mampu menerapkannya dalam situasi nyata. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PLN dalam membangun budaya Health, Safety, Security and Environment (HSSE) yang semakin kuat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra kerja.met











