,

Awi : Soal Salam Dua Jari di Pahlawan Ekonomi, Awey Tidak Benar

Surabaya, areknews – Kritik atas simbol salam dua jari oleh Tri Rismaharini bersama Calon Wakil Gubernur Jatim (Cawagub) Puti Guntur Sukarno, pada acara Pahlawan Ekonomi di Kapas Krampung Plaza, Minggu (4/3), ditanggapi serius oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwidjono pada Selasa (6/3) menegaskan, kalau posisi Bu Risma saat kegiatan di Plaza Kapas Krampung adalah cuti. “Karena cuti, maka Bu Risma boleh mempromosikan Cawagub Puti Guntur, termasuk mengajak untuk mengacungkan salam 2 jari,” tegas pria yang akrab disapa Awi itu.

Awi kembali mengatakan, kalau yang dilakukan Risma sudah sesuai perintah UU Pilkada dan PKPU 4/2017. Sementara itu terkait dengan tudingan kegiatan kampanye Puti Guntur Sukarno yang membonceng dana APBD Kota Surabaya. Awi dengan tegas membantah tudingan tersebut.

Kata politisi yang juga menjabat wakil ketua komisi A DPRD Kota Surabaya itu, Pahlawan Ekonomi tidak memakai dana APBD. Itu inisiasi dan kreativitas Bu Risma bersama stake holder lain yang punya visi-misi yang sama, untuk membesarkan pelaku-pelaku ekonomi mikro dan kecil. Program itu juga tidak diampu oleh organisasi perangkat daerah Pemkot Surabaya.

Tanpa Disertai Data

Ketua
Ketua Badan Pemenangan pemilu DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwidjono. Ist

“Saat acara di Plaza Kapas Krampung yang dihadiri Cawagub Puti Guntur Soekarno, Bu Risma telah menegaskan secara terbuka, bahwa kegiatan Pahlawan Ekonomi telah berlangsung 5 tahun. Dan tidak ada serupiah pun dana APBD yang masuk di situ,” sambung Awi.

Sedangkan keterlibatan pihak swasta melalui CSR yang dikelola Risma, untuk memberikan bantuan dalam bentuk berbagai pelatihan kepada para pelaku ekonomi. “Tuduhan Vincensius Awey bahwa Pahlawan Ekonomi memakai APBD sama sekali tanpa landasan faktual yang sah. Pernyataan itu asal bunyi,” ucap Awi.

Awi juga meminta agar politisi Partai Nasdem itu, menunjukkan nomenklatur di APBD yang menyebutkan Pahlawan Ekonomi dibiayai Pemkot Surabaya. “Penguasaan data itu penting bagi seorang politisi sebelum mengemukakan pendapat. Kalau data-datanya salah, maka pendapatnya juga otomatis salah,” terang Awi.

Awi kembali mengatakan, kehadiran Risma dan Cawagub Puti Guntur Sukarno dalam acara Pahlawan Ekonomi di Plaza Kapas Krampung tidak bisa disandingkan, atau disamakan, dengan kasus turunnya Cawagub Emil Dardak di car free day yang dibiayai APBD Kota Surabaya. Seperti yang dikritik Sukadar anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDIP.xco