, ,

Komisi D Dorong Percepatan Pembangunan RS di Surabaya Timur

Surabaya, areknews – Pemkot Surabaya berencana akan membangun RSUD yang terletak di Jalan Ir Soekarno atau Merr, Kecamatan Rungkut, Surabaya Timur. Komisi D DPRD Surabaya pun mendukung perencanaan pembangunan RSUD baru yang memfokuskan pada pelayanan ibu dan anak, namun juga berpesan agar berhati-hati dengan anggaran yang sangat besar.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mendukung pembangunan RSUD baru pemkot. Bahkan ia berharap pemkot juga membangun RSUD di Surabaya Selatan dan Pusat, agar tidak menumpuk di suatu wilayah dan meringankan jarak tempuh masyarakat yang hendak berobat.

“Kami sangat mendukung rencana besar itu, bagus sekali. Kami berharap tidak hanya di Surabaya timur, tapi di selatan dan pusat. Sehingga tidak terpacu di RSUD dr Soewandhie di Surabaya Timur dan RSUD BDH di Surabaya Barat. Sehingga masyarakat tidak jauh-jauh mendapat layanan kesehatan,” kata Khusnul.

Menurut Khusnul, saat ini pertumbuhan masyarakat dan pemenuhan pelayanan kesehatan menjadi urusan wajib dipenuhi pemerintah. Di Surabaya sendiri selama ini bertumpu di RSU dr Soetomo dan RSUD dr Soewandhie, sehingga pasien menumpuk.

“Kalau numpuk pelayanan tidak bisa dirasakan, kalau jauh terpotong waktu. kemudian RS didirikan disana. Selain pendekatan, tentu pemenuhan kebutuhan dipenuhi,” ujarnya.

Di Surabaya sendiri memiliki 63 puskesmas dan ada puskesmas pembantu. Pihaknya menginginkan, meski RS baru akan dibangun, tapi layanan di puskesmas harus tetap menjadi prioritas. Sehingga pelayanan kesehatan terhadap masyarakat bisa dilaksanakan dengan baik.

Selain itu, RSUD baru nanti menelan total anggaran sebanyak Rp 507 miliar dan harus diselesaikan selama dua tahun sesuai dengan multi years yang disepakati oleh Gubernur Jatim. Pihaknya pun meminta untuk berhati-hati dengan anggaran yang begitu banyak.

Sebab, pada tahap pertama terdapat Rp 204 miliar ditambah Rp 1,4 miliar sendiri untuk manajemen konstruksi. Ketika rapat disampaikan, pemkot akan melakukan lelang dan memakan waktu dua sampai tiga bulan untuk manajemen konstruksi. Jika sudah selesai, langkah selanjutnya RS dibangun secara bertahap.

“Kemudian yang kedua anggaran ini sangat besar, maka harus berhati-hati. Artinya, di tahun pertama ada sekitar Rp 204 miliar plus Rp 1,4 miliar atau ada sekitar Rp 308 miliar yang harus diselesaikan dalam waktu satu tahun anggaran. Harus berhati-hati betul, masyarakat turut mengawasi, kami memastikan bahwa anggaran sudah sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.

Pihaknya juga mendorong Dinkes melakukan timeline. Seperti manajemen konstruksi akan membutuhkan waktu berapa lama, lelang pembangunan dan lainnya yang harus terukur. “Sehingga anggaran yang sudah disiapkan tidak menjadi sia-sia,” pungkasnya.xco