49 Tahun UNP Kediri: Dari Kampus Regional Menuju Panggung Nasional

Kediri, areknews – Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri memasuki babak baru. Di usia ke-49, kampus yang telah mengakar di Kediri Raya ini tidak sekadar merayakan perjalanan panjangnya, tetapi mulai mengirimkan sinyal kuat bahwa mereka tengah bersiap melakukan lompatan besar menuju perguruan tinggi yang lebih kompetitif di tingkat nasional.

Di tengah persaingan antarperguruan tinggi yang semakin sengit, UNP Kediri justru menunjukkan grafik yang terus menanjak. Deretan penghargaan regional, prestasi nasional, hingga kiprah mahasiswa di panggung internasional menjadi bukti bahwa kampus ini tidak lagi hanya berperan sebagai institusi pendidikan lokal, tetapi mulai membangun reputasi yang diperhitungkan.

Momentum tersebut ditandai dalam peringatan Dies Natalis ke-49 yang berlangsung meriah melalui kegiatan jalan sehat. Ribuan sivitas akademika memenuhi kawasan kampus bersama jajaran Pemerintah Kota Kediri, YPLP PT PGRI Kediri, mitra perbankan, kepala sekolah, guru, alumni, serta masyarakat umum.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Bidang SDM Pemerintah Kota Kediri Zachrie, Ketua YPLP PT PGRI Kediri Dr. Ir. Cholis Sulaksana, M.M., pimpinan Bank Mandiri dan Bank Jatim, serta keluarga besar sekolah di bawah naungan PGRI.

Rektor UNP Kediri, Dr. Zainal Afandi, M.Pd., menegaskan bahwa perjalanan kampus hingga mencapai usia ke-49 tidak lepas dari kepercayaan masyarakat Kediri Raya yang terus memberikan dukungan.

“Tanpa dukungan seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan, UNP Kediri tidak mungkin mampu bertahan hingga usia ke-49 sekaligus meraih berbagai prestasi seperti saat ini,” ujar Zainal.

Pernyataan tersebut diperkuat dengan sederet capaian yang berhasil diraih UNP Kediri dalam beberapa tahun terakhir. Kampus ini berhasil menerima Anugerah Kampus Unggulan dari LLDIKTI Wilayah VII sebagai perguruan tinggi dengan Pelaporan Beasiswa Terbaik, sebuah penghargaan yang mencerminkan tata kelola administrasi yang dinilai unggul.

Prestasi mahasiswa pun tak kalah membanggakan. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala UNP Kediri berhasil menyabet Juara I tingkat Jawa Timur dalam kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan bersama Dinas Kehutanan Jawa Timur. Atas capaian tersebut, tim Mapala dipercaya mewakili Provinsi Jawa Timur pada kompetisi tingkat nasional.

Di bidang olahraga, nama UNP Kediri bahkan telah menembus panggung internasional. Atlet mahasiswa kampus tersebut sukses tampil pada kejuaraan di Korea Selatan, memperlihatkan bahwa daya saing mahasiswa UNP Kediri tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga di arena olahraga dunia.

Di balik berbagai pencapaian itu, UNP Kediri juga sedang menyiapkan agenda yang jauh lebih strategis.

Secara administratif, kampus ini berdiri berdasarkan Surat Keputusan Kementerian pada 1976. Namun kegiatan akademik pertama baru dimulai pada 19 Februari 1977 melalui kuliah umum yang dibuka Bupati Kediri saat itu. Karena itu, tahun ini diperingati sebagai Dies Natalis ke-49, sementara tahun 2027 akan menjadi momentum usia emas ke-50.

Rangkaian peringatan Dies Natalis tahun ini juga diisi dengan pagelaran wayang kulit dan turnamen bola voli Nusantara Cup sebagai bagian dari penguatan kebersamaan sivitas akademika.

Namun, sorotan utama justru tertuju pada agenda tahun 2027. Selain menjadi perayaan setengah abad perjalanan kampus, UNP Kediri akan memasuki fase regenerasi kepemimpinan melalui pergantian rektor beserta jajaran pimpinan universitas.

Di saat bersamaan, manajemen kampus memasang target yang jauh lebih ambisius, yakni meraih Akreditasi Unggul, predikat tertinggi yang menjadi tolok ukur kualitas tata kelola dan penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, lima program studi menjadi prioritas dalam proses re-akreditasi, yakni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR).

“Target kami jelas, menjadikan UNP Kediri sebagai perguruan tinggi yang semakin berkualitas dan menjadi pilihan masyarakat. Karena itu, persiapan menuju Akreditasi Unggul terus kami lakukan,” tegas Dr. Zainal.

Dengan bekal prestasi yang terus bertambah, UNP Kediri kini berada di persimpangan penting. Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mempertahankan eksistensi, melainkan membuktikan bahwa momentum menuju usia emas mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas akademik, tata kelola, riset, dan kepemimpinan institusi.

Publik kini menanti apakah target Akreditasi Unggul serta regenerasi kepemimpinan pada 2027 benar-benar menjadi titik balik yang mengangkat UNP Kediri ke jajaran perguruan tinggi yang semakin kompetitif di tingkat nasional. Jika berhasil, usia emas bukan sekadar perayaan sejarah, melainkan awal dari babak baru perjalanan kampus menuju kelas yang lebih tinggi.ade/wan